Selasa, 13 Februari 2018

Manfaat Katalog Dulu Dan Kini

Manfaat Katalog Dulu dan Kini

Oleh :

Made Indri Karlinda Wirata

1712312004

Program Studi D3 Perpustakaan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik

Universitas Udayana


Abstrak 

Tujuan dari paper ini adalah untuk mengetahui apa  itu katalog,pengertian katalog,  manfaat dari adanya katalog. Karna dari zaman ke zaman katalog bertransformasi menjadi lebih canggih, dari catalog buku menjadi katalog online
Paper ini akan memberikan informasi tentang macam macam catalog yang ada saat ini, dari dulu terciptanya catalog hingga catalog yang sudah benar benar modern. Karena saat ini catalog sudah berubah atau beralih dari catalog buku menjadi catalog online yang menggunakan internet.

Kata kunci : katalog, katalog buku, katalog online,

Latar belakang
Penggunaan katalog sangatlah banyak manfaatnya bagi pengguna. Katalog merupakan wakil dari bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan, maka katalog dapat memberikan informasi mengenai bahan pustaka tersebut. Katalog dapat mempercepat dan mempermudah kegiatan penelusuran informasi terhadap bahan pustaka. Katalog adalah daftar barang yang berada pada suatu tempat. Dengan demikian katalog perpustakaan adalah daftar bahan pustaka yang ada dalam perpustakaan. Untuk menyampaikan kepada pemakai bahan pustaka apa yang dimiliki perpustakaan, disediakan katalog yang mencatat ciri masing-masing bahan pustaka yang diperlukan untuk mengindenfikasikannya dan membedakan satu bahan pustaka dari yang lain. Untuk mencari kembali bahan pustaka tertentu dalam koleksi perpustakaan, katalog merupakan alat pencari yang terpenting. Akan sulit sekali, bahkan mustahil, untuk menggunakan perpustakaan yang sedang besarnya tanpa ada katalog. Dapat dikatakan bahwa katalog perpustakaan merupakan kunci untuk menemukan bahan pustaka dalam koleksi perpustakaan.
Perpustakaan sebagai tempat penyedia informasi, tentunya memiliki koleksi yang tidak sedikit. Selain itu, perpustakaan juga tidak hanya memiliki koleksi dengan hanya satu bentuk dan jenis saja. Perpustakaan tidak hanya memiliki koleksi yang tercetak seperti buku, koran, majalah, dan jurnal saja. Namun juga memiliki koleksi dalam bentuk elektronik seperti e-book, CD-ROM, dan lain-lain. Sebagai penyedia informasi perpustakaan dituntut untuk mampu melayani pemustaka (user) dengan waktu yang relatif cepat untuk memberikan kepuasan layanan bagi pemustaka (user). Dengan memperhatikan jumlah koleksi di perpustakaan yang begitu banyak dan dengan bentuk yang berbeda pula serta tuntutan dari pemustaka (user) yang menginginkan efisiensi waktu yang relatif cepat, maka perpustakaan membutuhkan suatu sistem temu kembali informasi (retrieval system) yang akan memudahkan para pemustaka (user) dan juga pengelola informasi (Pustakawan) dalam menemukan kembali informasi yang dibutuhkan. Sistem temu kembali (retrieval system) tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan alat temu kembali (retrieval tool) yang berupa katalog atau indeks yang akan membantu pemustaka (user) dan juga pengelola (Pustakawan) untuk dapat menemukan koleksi atau informasi yang dibutuhkan.

Manfaat katalog pada umumnya adalah Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada pada satu atau beberapa perpustakaan,  Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di suatu perpustakaan lain, Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di pasaran agar dibeli, Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan di dalam suatu Negara, Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan, dan Sebagai sarana promosi buku bagi toko buku/penerbit


Definisi atau pengertian katalog

Katalog berasal dari bahasa latin “catalogus” yang berarti daftar, dalam pengertian umum katalog diartikan sebagai daftar nama-nama, judul dan barang-barang. Dalam sejarah kepustakawanan, katalogisasi atau pengkatalogan (cataloguing, catalogieseren) merupakan keterampilan yang sudah dimiliki sejak berabad-abad lamanya, sebagai senarai inventaris. (Sulistyo-Basuki, 1991)
Dalam dunia perpustakaan catalog diartikan sebagai daftar koleksi dapat berupa buku yang diatur menurut sistem atau cara tertentu, itu bertujuan untuk memudahkan kembali bahan pemustaka yang dibutuhkan pemustaka atau petugas perpustakaan.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2001)  : katalog merupakan secarik kartu, daftar atau buku yang memuat nama benda atau informasi tertentu yang ingin disampaikan, disusun secara berurutan, teratur dan alfabetis: kartu membantu memudahkan orang mencari buku di perpustakaan; berkas katalog yang dibuat pada slip kertas yang diikat di jilid berkas untuk memungkinkan adanya penyisipan bahan baru yang tepat susunannya.  Katalog juga merupakan gambaran dari fisik sebuah dokumen. Hasil pokok dari kegiatan katalogisasi adalah penyusunan dari bahan pustaka dan pemeliharaan katalog yang memberikan akses utama kepada koleksi
Sulistyo Basuki (1991) mengungkapkan dalam bukunya Pengantar Ilmu Perpustakaan bahwa definisi dari katalog perpustakaan adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. Daftar ini yang menunjukkan adanya susunan menurut prinsip tertentu sedangkan buku mencangkup arti buku dalam arti luas
Katalog perpustakaan adalah daftar semua bahan pustaka (buku, majalah,  kartografi, kaset, keping CD dan lain-lain) yang ada di perpustakaan dengan dilengkapi oleh semua cantuman bibliografis sesuai dengan sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan. Hal ini diharapkan dapat membantu Pemustaka (user) maupun Pengelola (Pustakawan) untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan dengan cepat dan tepat. Untuk memudahkan proses pertukaran informsi perlu adanya keseragaman katalogisasi. Maka kemudian pada tahun 1967 diterbitkanlah suatu peraturan / pedoman katalogisasi internasional, yaitu Anglo American Cataloging Rules (AACR2). Dan dalam konteks Indonesia, disusun pula Peraturan Katalogisasi Indonesia, yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional.


Tujuan dan fungsi katalog

Menurut Sulistyo-Basuki (1991) tujuan dari Katalog adalah sebagai berikut:
·         Memungkinkan seorang menemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau subjeknya.
·         Menunjukan buku yang dimiliki perpustakann oleh pengarang tertentu, berdasarkan subjek tertentu dan dalam jenis literatur tertentu.
·         Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya dan berdasarkan karakternya (sastra ataukah berdasarkan topik).
Fungsi Katalog
Charles Ammi Cutter menyebutkan tiga fungsi katalog yaitu :
·         Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui dari pengarang, judul atau subyeknya.
·         Menunjukkan apa yang dimiliki suatu perpustakaan oleh pengarang tertentu, pada subyek tertentu, dalam jenis literatur tertentu.
·         Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya (bentuk sastra atau berdasarkan topik)
Fungsi tersebut dikemukakan oleh Cutter lebih dari 100 tahun yang lalu, namun sampai saat ini masih sangat relevan tentunya dengan beberapa penyesuaian seperti istilah buku sebaiknya diganti dengan istilah koleksi. Sedangkan untuk katalog induk mempunyai fungsi tambahan antara lain mempermudah penyalinan katalog (copy cataloguing), mendukung pengawasan bibliografi (bibliographic control), dan menopang silang layan (inter library loan).
Qalyubi dkk (2007) menyebutkan fungsi katalog adalah sebagai berikut :
·         Mencatat karya seseorang pada tajuk yang sama.
·         Menyusun entri pengarang secara tepat sehingga semua karya seseorang berada pada tajuk yang sama.
·         Mencatat semua judul bahan pustaka yang dimiliki suatu perpustakaan.
·         Menunjukkan rujukan silang (cross reference) dari beberapa istilah atau nama-nama yang sama yang digunakan sebagai tajuk.
·         Memberikan petunjuk letak/lokasi bahan pustaka yang disusun pada perpustakaan. memberikan uraian tentang setiap karya yang dimiliki suatu perpustakaan sehingga pengguna perpustakaan (user) dapat memperoleh informasi yang lengkap tentag karya itu.
Sedangkan Menurut Kao (2001),  fungsi katalog adalah sebagai beikut:
·         Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau subyeknya.
·         Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan dari pengarang tertentu, berdasarkan subyek tertentu, atau dalam jenis literature tertentu.
·         Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya.
·         Berfungsi sebagai sarana yang sangat diperlukan oleh staf perpustakaan di bagian pengadaan, pengatalogan, kontrol inventarisasi dan pekerjaan-pekerjaan referensi

BENTUK FISIK KATALOG
Horgan mengatakan bahwa bentuk katalog yang digunakan di perpustakaan mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan katalog perpustakaan nampak dari perubahan bentuk fisiknya. Sebelum katalog terpasang (online) muncul, telah dikenal berbagai bentuk katalog perpustakaan, dan bentuk yang paling umum digunakan ialah katalog kartu. Sedangkan menurut Tylor, katalog perpustakaan yang ada pada saat ini terdiri dari berbagai bentuk fisik antara lain, katalog berbentuk buku (book catalog), katalog berbentuk kartu (card catalog), katalog berbentuk mikro (microform catalog), katalog komputer terpasang (online komputer catalog).
1.     Katalog bentuk buku merupakan katalog yang tersusun dalam 1 buku. Disebut juga katalog tercetak dan merupakan bentuk katalog yang paling kuno. Katalog bentuk buku memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah digunakan, dapat di bawa ke mana-mana, dan digandakan dengan mudah. Kerugiannya adalah, sekali dijilid, maka katalog buku menjadi usang, karena tambahan buku tidak dapat disisipkan ke entri yang sudah ada.
2.     Katalog Berkas atau album dalam bahasa inggris  disebut sheaf cataloguemerupakan kumpulan kartu yang dijilid menjadi satu menjadi buku atau album.Keuntungannya adalah mudah digunakan, pengguna dapat menggunakan katalog berkas yang berbeda-beda. Sedangkan kerugiannya adalah sekali adanya penambahan harus membongkar berkas, cenderung mudah hilang karena bentuknya lebih kecil dari pada katalog buku.
3.     Katalog Kartu adalah Katalog kartu adalah bentuk katalog perpustakaan yang semua deskripsi bibliografisnya dicatat pada kartu berukuran 7.5 x 12.5 cm. Keuntungan katalog berbentuk kartu ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang ada. Kelemahannya adalah satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga pemustaka sering harus antri menggunakannya, terutama bila melakukan penelusuran melalui entri yang sama.
4.     Katalog Cetak merupakan proses Setelah uraian-uraian katalog disusun menurut system tertentu, kemudian dicetak menjadi semacam bibliografi sebanyak yang diperlukan. Kelebihan bentuk ini ialah katalog dapat diperbanyak dan dibawa kemana-mana. Tetapi kelemahannya tidak dapat menerima entri-entri baru.
5.     Katalog COM (Computer Output Microform) dibuat pada salah satu bentuk microfilm atau microfishe. Katalog dalam bentuk mikro ini relative lebih murah jika dibandingkan dengan katalog dalam bentuk buku, dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah daripada katalog kartu. Disisi lain, banyak pelanggan menemukan versi microfiche yang tidak menyenangkan digunakan. (Taylor, 1992 dalam Hasugian, 2009).
6.     Katalog CD-ROM (Compact Disk Read Only Memory) adalah katalog yang dikemas dalam bentuk CD dan dioperasikan dengan menggunakan computer.
7.     OPAC (Online Public Access Catalog) adalah Katalog yang tersimpan di komputer, dapat diakses dari berbagai titik atau lokasi selama titik/lokasi tersebut tergabung dalam jaringan internet. Menurut Hermanto (2007) OPAC banyak di gunakan pada berbagai perpustakaan karena memiliki berbagai keuntungan diantaranya :
1.     Penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
2.     Penelusuran dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu
3.     Jajaran tertentu tidak perlu di-file
4.     Penelusuran dapat dilakukan dari berbagai pendekatan sekaligus
5.     Rekaman bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas
Pengertian Katalog Online

Katalog online adalah katalog yang data bibliografinya disimpan dalam database komputer. Untuk membuat katalog online dibutuhkan perangkat komputer dan program aplikasi tertentu karena ‘pemanggilan data’ dilakukan dengan menggunakan bahasa komputer. Contoh : Online Public Access Catalogue (OPAC). Penelusuran dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan sekaligus, misalnya melalui judul, subjek, dan sebagainya yaitu dengan menggunakan penelusuran boolean logic.
Katalog online yang semakin mempermudah kegiatan temu kembali (retrieval) bahan pustaka di perpustakaan. Contohnya adalah Online Public Access Catalogue  (OPAC). OPAC merupakan sistem pengkatalogan berbasis komputer yang memiliki pengaruh besar sejak tahun 1980-an. OPAC menyediakan sarana penelusuran yang mandiri bagi pengguna perpustakaan karena dapat diakses dimana saja dan kapan saja, tanpa harus mengunjungi perpustakaan terlebih dahulu dengan menggunakan jaringan LAN, atau WAN .
Keuntungan lain dari adanya katalog online adalah penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan kapasitas besar yang memungkinkan input banyak muatan data bibliografis, penelusuran dapat dilakukan oleh banyak pengguna perpustakaan dalam waktu yang bersamaan tanpa saling mengganggu dan tidak sampai terjadi kerumunan atau antrian sebagaimana mungkin terjadi pada katalog manual, tidak perlu penjajaran tertentu sebagaimana katalog manual, data bibliografis yang dapat dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas. Apabila OPAC terhubung dengan sistem sirkulasi maka dapat diketahui apakah koleksi tersebut berada di rak ataukah sedang dipinjam oleh seorang pengguna perpustakaan. Adanya katalog online memungkinkan terselenggaranya kerjasama dengan perpustakaan lain sehingga dapat perpustakaan dapat menyediakan koleksi yang lebih beragam dalam memenuhi kebutuhan informasi dari penggunanya.
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan OPAC adalah user interface disesuaikan dengan karakteristik pengguna, meliputi penempatan menu yang user friendly, pemilihan kata kunci dalam penelusuran juga akan mempengaruhi ketepatan hasil penelusuran dengan kebutuhan informasi pengguna perpustakaan.


Pengertian OPAC (Open Public Access Catalog)

Online Public Access Catalog yang biasa disebut oleh beberapa perpustakaan sebagai katalog online, katalog akses online, katalog akses daring perpustakaan, atau katalog akses umum talian. Menurut Corbin (1985,255) mengatakan online public access catalogmerupakan katalog yang berisikan cantuman bibliografi dari koleksi satu atau beberapa perpustakaan, disimpan pada magnetic disk atau media rekam lainnya, dan dibuat secara online kepada pengguna. OPAC adalah sistem katalog terpasang yang dapat diakses secara umum dan dapat dipakai pengguna untuk menelusuri data katalog (untuk memastikan apakah perpustakaan menyimpan karya tertentu untuk mendapatkan informasi tentang lokasinya dan jika sistem katalog dihubungkan dengan sistem sirkulasi, maka pengguna dapat mengetahui apakah bahan pustaka yang sedang dicari tersedia di perpustakaan atau sedang dipinjam.
Menurut Horgan (1994,1) menyatakan OPAC adalah suatu sistem temu balik informasi, dengan satu sisi masukan (input) yang menggabungkan pembuatan file yang tercantum dan indeks. Pengguna dapat menggunakan OPAC untuk menjawab permintaan atau pertanyaan tertentu dan menjadi salah satu sarana atau alat bantu untuk menelusuri informasi di perpustakaan yang menggunakan sistem komputer yang terpasang jaringan LAN (Local Area Network).
Menurut Feather (1997:330) menyatakan bahwa OPAC adalah suatu pangkatan data dengan cantuman bibliografi yang biasanya menggambarkan koleksi perpustakaan tertentu. OPAC menawarkan akses secara online ke koleksi perpustakaan melalui terminal komputer. Pengguna dapat melakukan penelusuran melalui pengarang, judul, subyek, kata kunci, dan sebagainya. Misalnya Giant ingin mencari buku tentang metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Dia tidak perlu repot-repot mencari satu per satu buku di rak yang belum tentu dapat ditemukan, tetapi dengan OPAC, dia hanya perlu menuliskan nama pengarangnya yaitu W.Lawrence Neuman atau judul bukunya Social Reserach Methods (Qualitative and Quantitative Approaches).
Jadi secara umum, OPAC adalah suatu sistem temu balik informasi berbasis komputer yang digunakan oleh pengguna untuk menelusuri koleksi suatu perpustakaan atau unit informasi lainnya.
Sejarah perkembangan sistem OPAC (Online Public Access Catalog) meliputi:
1.      Tahun 1960 dan Awal Tahun 1970
Pada tahun 1960an, komputer digunakan di berbagai perpustakaan umum dan perguruan tinggi untuk membantu membuat kalatog. Pada saat itu, pengoperasian sistem komputer masih berada pada model atau cara yang sangat variatif sehingga kemungkinan penelusuran informasi dengan katalog terpasang (online) dianggap masih jauh dari kenyataan. Pada awal 1970an, sejumlah perpustakaan mulai menggunakan sistemkomputer induk untuk mengembangkan sistem lokal. Sistem lokal ini didesain dan dirancang oleh staf dari pusat komputer.

2.      Pertengahan Tahun 1970an
Pada masa tersebut, komputer mulai menggunakan proses pengawasan sirkulasi di perpustakaan. Sistem komputer digunakan untuk tujuan pengumpulan data, khususnya pencatatan peminjaman. COM (Computer Output on Microfilm) menjadi metode yang terkenal digunakan untuk menghasilkan katalog. Perkembangan teknologi komunikasi masa kini juga ditandai dengan munculnya sistem kerjasama pengatalogan dan pemanfaatan bersama diberbagai perpustakaan. Misalnya, di Inggris LASER (London and South Eastern Library Region), dan di Amerika Utara OCLC (Ohio Collehe Library Centre). Sistem kerjasama ini menghasilkan cantuman kalatog pada komputer untuk sejumlah pepustakaan yang berpartisipasi, baik dalam bentuk COM atau kartu katalog.



3.      Akhir Tahun 1970an dan Awal tahun 1980an
Pengenalan komputer mikro (microcomputer) di era ini, mendorong berbagai perpustakaan semakin mandiri untuk menggunakan fasilitas komputer yang diperoleh dari perusahaan sebagai pelanggannya dan pengembangan serta perancangan sistem sendiri (in-house system). Penggunaan komputer mikro menjadi terkenal karena menyediakan fasilitas untuk melakukan akses secara terpasang (online) terhadap berbagai simpanan (file) dalam sistem sirkulasi. Sistem komputer yang digunakan pada masa itu di perpustakaan mampu menelusuri cantuman bibiliografi secara online, sehingga sistem itu disebut sebagai sistem OPAC. Munculnya sistem OPAC di sejumlah perpustakaan tertentu, merupakan perkembangan utama yang terjadi dalam automasi perpustakaan sampai awal tahun 1980an.

4.      Pertengahan Sampai Akhir Tahun 1980an
Pada masa ini, perpustakaan menggunakan sistem OPAC makin meningkat. Mereka mulai menyediakan sistem yang terintegrasi untuk manajemen perpustakaan, mencakup modul atau sub-sistem yang berbeda, seperti pengatalogan, akuisisi, sirkulasi, pengawasan serial, layanan antar perpustakaan dan juga OPAC. Banyak perpusatkaan yang menyediakan anggaran khusus untuk pengembangan sistem OPAC. Misalnya, tahun 1985 The Britih Library Reserach and Development menyediakan anggaran sejumlah 317.395 founduntuk setiap proyek penelitian sistem OPAC.

5.      Tahun 1990an
Pada tahun 1990an, terlihat perubahan besar pada sitem manajemen perpustakaan dengan menawarkn kecenderungan dari sistem milik sendri (proprietary systems) bergerak ke arah sistem terbuka. Sejumlah permasalahan yang ditemui pada pengoperasian sistem di masa sebelumnya diinvetarisir dan ditemukan bahwa sejumlah besar sistem yang ada diperpustakaan pada thaun 1980an hanya bisa dijalankan pada perangkat keras (hardware) seperti DOBIS/LIBID, Geac, LIBERTAS dan URICA.


Tujuan dn fungsi OPAC

Menururt Siregar (2004 : 57) menyatakan bahwa peralihan manual ke bentuk online, disamping banyak menghemat waktu pengguna dalam penelusuran, juga mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan pengatalogan bahan pustaka baru. Katalog elektronikterbukti mampu mempromosikan koleksi perpustakaan sheingga penggunanya semakin tinggi.
Menurut Kusmayadi (2006 : 53) Tujuan penyediaan OPAC adalah:
1.     Pengguna dapat mengakses secara langsung ke dalam pangkala data yang dimiliki perpustakaan.
2.     Mengurangi beban biaya dan waktu yang diperlukana dan yang harus dikeluarkan oleh pengguna dalam mencari informasi.
3.     Mengurangi beban pekerjaan dalam pengelolaan pangkalan data sehingga dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja.
4.     Mempercepat pencarian informasi.
5.     Dapat melayani kebutuhan informasi maysrakat dalam jangkauan luas.

Jadi, tujuan penyediaan OPAC di perpustakaan adalah untuk memberi kepuasan kepada pengguna dan staf perpustakaan dan mempercepat pencarian informasi yang tersedia di perpustakaan.

Fungsi OPAC
Menurut pendapat Yusup (1995 : 76), fungsi katalog secara umum adalah sebagai berikut :
1.     Menunjukkan tempat suatu buku atau bahan-bahan lain dengan menggunakan lambang-lambang angka klasifikasi dalam bentuk nomor panggil (call number).
2.     Mendaftarakan semua buku dan bahan lain dengan susunan alfabetis nama pengarang, judul buku, atau subyek buku yang bersangutan, ke dalam suatu tempat khusus di perpustakaan untuk memudahkan pencarian entri-entri atau informasi yang diperlukan.
3.     Memberikan kemudahan untuk mencari suatu buku atau bahan lain di perpustakaan dengan hanya mengetahui salah satu dari daftar kelengkapan buku yang bersangkutan.
Jadi, fungsi katalog adalah secara umum adalah untuk menunjukkan tempat suatu buku, menginventarisasikan semua koleksi yang dimiliki perpustakaan, serta memberikan kemudahan untuk mencari koleksi yang ada di perpustakaan.
Teknik Penelusuran OPAC
Menurut Hasugian (2004: 6) mengemukakan ada beberapa jenis penelusuran yang dapat dilakukan melalui OPAC, yaitu:
§  Penelurusan dengan browsing (browse searching). Penelurusan dengan teknik browse, yaitu menelusuri dengan memeriksa satu persatu cantuman dari dokumen yang ada, proses ini memang akurat, akan tetapi membutuhkan waktu yang lama sehingga kurang efisien untuk dilakukan.
§  Penelusuran kata kunci (keyword searching). Penelurusan dengan menggunakan kata kunci (keyword) tertentu sebagai query. Kata kunci bisa beruba istilah/kata yang dirumuskan secara bebas atau kata/istilah baku/standar.
§  Penelusuran terbatas (limited searching). Penelusuran dengan melakukan pembatasan kepada ruas data tertentu, pembatasan database tertentu, pembatasan tahun, tertentu, pembatasan bahasa, negara, dan sebagainya.
Menurut Saleh (1996 : 76-81) Teknik penelusuran OPAC terbagi dalam lima bagian, yaitu:
§  Penelusuran dengan kamus istilah. Penelusuran menggunakan istilah yang sudah dibuat oleh CDS atau ISIS pada saat mengindeks suatu ruas atau sub ruas.
§  Penelusuran bebas. Pengguna bebas mengetikkan apa saja yang ingin dicari karena sistem ini merupakan pengganti katalog.
§  Penelusuran dengan ekspresi Boolean. Penelurusan dengan Boolean ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan umpan balik informasi yang lebih tepa sesuai dengan apa yang diinginkan.
§  Penggunaan teknik ANY merupakan cara mengelompkkkan istilah yang dapat dipakai sebagai penelusuran.
§  Pemotongan istilah. Pemotongan istilah digunakan apabila akan menjaring seluruh kata yang ada dalam basis data yang diminta dalam bentuk query.

Keuntungan OPAC
Menurut Hermanto (2007 : 1) OPAC memiliki keuntungan, yaitu:
1.     Penelusuran informasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
2.     Penelusuran dapat dilakukan di mana saja tidak harus datang ke perpustakaan dengan catatan sudah online ke internet.
3.     Menghemat waktu dan tenaga.
4.     Pengguna dapat mengetahui keberadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam atau tidak.
5.     Pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalma menelusuri bahan pustaka.
Sedangkan menurut Fatahi dalam Hasugian (2004 : 9) menyatakan bahwa OPAC memiliki beberapa kelebihan dari katalog kartu yaitu sisi penelusuran mencakup interaksi (interaction), bantuan pengguna (user assistance), kepuasan pengguna (user satisfaction), kemampuan penelusuran (searching capabilities), keluaran dan tampilan (out and display), ketersediaan dan akses (availabilitu and access).

Kerugian OPAC
berbagai keuntungan, OPAC juga memiliki peluang kekurangan. Menurut Hermanto (2007 : 1) adalah:
1 .Belum semua bahan pustaka masuk ke data komputer sehingga pengguna mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran.
2 .Tergantung aliran listrik, bila listrik mati maka kegiaan penelusuran bahan pustaka akan terganggu.
3 .Kurangnya ketersediaan komputer terminal OPAC untuk menelusuri informasi yang dimiliki perpustakaan.
Kesimpulan
Penggunaan katalog sangatlah banyak manfaatnya bagi pengguna. Katalog merupakan wakil dari bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan, maka katalog dapat memberikan informasi mengenai bahan pustaka tersebut. Katalog dapat mempercepat dan mempermudah kegiatan penelusuran informasi terhadap bahan pustaka. Katalog adalah daftar barang yang berada pada suatu tempat. Dengan demikian katalog perpustakaan adalah daftar bahan pustaka yang ada dalam perpustakaan. Untuk menyampaikan kepada pemakai bahan pustaka apa yang dimiliki perpustakaan, disediakan katalog yang mencatat ciri masing-masing bahan pustaka yang diperlukan untuk mengindenfikasikannya dan membedakan satu bahan pustaka dari yang lain. Untuk mencari kembali bahan pustaka tertentu dalam koleksi perpustakaan, katalog merupakan alat pencari yang terpenting. Akan sulit sekali, bahkan mustahil, untuk menggunakan perpustakaan yang sedang besarnya tanpa ada katalog. Dapat dikatakan bahwa katalog perpustakaan merupakan kunci untuk menemukan bahan pustaka dalam koleksi perpustakaan.
Saran
Berkembangnya zaman menuntut berkembangnya semua yang ada didunia, dari gaya hidup dan kebiasaan. Perkembangan zaman membuat saran atau prasarana harus mengikuti alur jaman agar menjadi lebih modern dan tidak terlihat monoton dan biasa saja. Sama seperti katalog perpustakaan, kini katalog perpustakaan berkembang dari zaman ke zaman, membuat semuanya menjadi serba instant dan cepat, sehingga kita tidak susah dalam mencari informasi saat ke perpustakaan karna sudah ada katalogisasi dan klasifikasi. Para pustakawan juga tidak bingung dalam memberikan refrensi untuk para pencari informasi. Saranya adalah agar setiap orang memahami apa itu katalogisasi agar kita juga tidak membuat pustakawan bingung atau susah mencari informasi yang akan kita cari.





Daftar pustaka

https://nikiartha.wordpress.com/2013/01/19/katalog-online /PengertianKatalog Online. Diakses 13 Februari 2018
https://donyprisma.wordpress.com/2012/06/30/katalog-perpustakaan /Fungsi dan Bentuk Katalog. Diakses 13 Februari 2018

Fahmi, Yusri. (2015). Katalog Perpustakaan di Era World Wide Web: Redefinisi Tujuan dan Fungsi Katalog Perpustakaan. Diakses 12 Februari 2018